Blackstag Percaya Diri Usung Parfum Orisinal Indonesia di Jakarta X Beauty 2026
Jakarta X Beauty 2026 Resmi Dibuka, Blackstag Percaya Diri Usung Parfum Orisinal Indonesia
Owner Blackstag Perfume, Adhin Abdul Hakim menyebut, inspirasi mendirikan Blackstag berawal dari pengalamannya menjelajahi berbagai daerah di Indonesia. Ia melihat besarnya potensi bahan baku parfum berkualitas, seperti nilam (patchouli) dari Aceh da
JABARNEWS I Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya secara resmi membuka gelaran Jakarta X Beauty (JXB) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (2/7/2026). Pameran kecantikan terbesar di Indonesia ini kembali menjadi wadah bagi pelaku industri untuk memperkuat ekosistem kecantikan nasional sekaligus mendorong produk lokal bersaing di pasar internasional.
Memasuki penyelenggaraan ke-11 sejak pertama kali digelar pada 2011, Jakarta X Beauty tahun ini menghadirkan sekitar 400 brand, dengan 70 persen di antaranya merupakan merek lokal. Sebanyak 23 brand tercatat baru pertama kali berpartisipasi dalam ajang tersebut.
"Ini merupakan bentuk komitmen penyelenggara untuk terus mengangkat brand lokal Indonesia," ujar Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
Menurut Riefky, industri kecantikan merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang terus menunjukkan pertumbuhan positif melalui inovasi, riset, desain produk, hingga penguatan identitas merek. Melalui Jakarta X Beauty, pelaku usaha tidak hanya memperoleh ruang untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat, tetapi juga membangun jejaring bisnis dan membuka peluang ekspor.
Ia berharap semakin banyak merek lokal yang mampu naik kelas dan dikenal di pasar dunia. "Harapannya, local hero bisa go national dan local champion bisa go global. Target sekitar 120 ribu pengunjung selama empat hari penyelenggaraan menunjukkan bahwa industri kecantikan Indonesia terus berkembang. Hari ini kita bisa mengklaim Jakarta X Beauty bukan lagi hanya event beauty terbesar di Indonesia, tetapi juga terbesar di dunia," katanya.
Salah satu brand lokal yang turut meramaikan Jakarta X Beauty 2026 adalah Blackstag Perfume, merek parfum asal Bandung yang mengusung konsep parfum autentik tanpa meniru aroma dari merek lain.
Owner Blackstag Perfume, Adhin Abdul Hakim, mengatakan sejak diluncurkan pada 2025, Blackstag berkomitmen menghadirkan parfum dengan DNA orisinal yang diracik oleh perfumer profesional internasional.
"Blackstag adalah brand parfum lokal yang authentic. Kami tidak membuat parfum inspired atau meniru DNA parfum merek lain. Semua aroma kami dirancang secara orisinal oleh perfumer berlisensi internasional sehingga memiliki karakter yang berbeda," ujar Adhin.
Inspirasi mendirikan Blackstag berawal dari pengalamannya menjelajahi berbagai daerah di Indonesia. Ia melihat besarnya potensi bahan baku parfum berkualitas, seperti nilam (patchouli) dari Aceh dan Sulawesi hingga gaharu yang banyak ditemukan di Indonesia.
"Indonesia memiliki banyak bahan baku parfum terbaik di dunia. Dari situ saya melihat peluang untuk menghadirkan parfum lokal yang mampu bersaing dengan brand internasional tanpa kehilangan identitasnya," katanya.
Meski masih berusia sekitar satu tahun, Blackstag kini telah memiliki enam varian parfum dan mendapat sambutan positif dari pasar. Menurut Adhin, partisipasi dalam Jakarta X Beauty menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kualitas parfum lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Aktor yang pernah membintangi film Timur itu juga mengaku bangga karena booth Blackstag sempat dikunjungi Menteri Ekonomi Kreatif beserta jajarannya. Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus berinovasi.
"Kami ingin membuktikan bahwa brand lokal Indonesia mampu menghasilkan produk dengan kualitas premium. Harapannya, Blackstag bisa menjadi salah satu brand parfum Indonesia yang dikenal tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar global," tuturnya.
Partisipasi Blackstag di Jakarta X Beauty 2026 juga menjadi bukti bahwa industri parfum lokal tengah mengalami pertumbuhan yang menjanjikan. Di tengah derasnya arus produk impor dan parfum bergaya Timur Tengah yang membanjiri pasar Indonesia, Blackstag memilih mengambil jalur berbeda dengan mengedepankan orisinalitas sebagai identitas utama. Seluruh koleksi parfumnya dikembangkan melalui proses kurasi yang melibatkan perfumer internasional, sementara pemilihan aroma disesuaikan dengan karakter dan preferensi masyarakat Indonesia.
Tak hanya berfokus pada kualitas produk, Blackstag juga mengusung semangat pemberdayaan lokal dalam proses produksinya. Sejumlah kemasan produk dibuat secara handmade oleh para perajin di Bandung, sehingga setiap parfum tidak hanya menawarkan aroma yang khas, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi industri kreatif dan UMKM. Bagi Adhin Abdul Hakim, keberhasilan sebuah brand bukan hanya diukur dari angka penjualan, melainkan dari sejauh mana produk lokal mampu menciptakan lapangan kerja, mengangkat potensi Indonesia, dan memperoleh kepercayaan konsumen di pasar nasional maupun global.
Editor :Faqihu