Pelatihan Mengolah Sampah Jadi Pupuk
Gandeng LDII, Universitas Terbuka Batam Gelar Pelatihan Olah Sampah di Ponpes Abdul Dhohir
Ketua Bank Sampah UBS Patam Asri (kerudung hitam )menerima Piagam penghargaan dari Dosen UT Batam
SIGAPNEWS I BATAM - Universitas Terbuka (UT) Batam menggandeng warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar pelatihan pengolahan sampah pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Abdul Dhohir ini diikuti secara antusias oleh para anggota Bank Sampah Patam Asri.
Ketua DPW LDII Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rulifa Syahroel, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. Ia mengungkapkan bahwa Bank Sampah Patam Asri merupakan program binaan LDII Provinsi Kepri yang konsisten menunjukkan eksistensinya dalam menjaga lingkungan.

"Bank Sampah Patam Asri selalu eksis dalam mengelola sampah. Warga bahkan mampu memilah dan mengumpulkan hingga 1,5 ton sampah dalam waktu 2 bulan untuk kemudian diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Ini adalah bentuk nyata kepedulian warga LDII dalam menjaga kebersihan lingkungan," ujar Rulifa Syahroel.
Apresiasi senada juga datang dari Pemerintah Kota Batam. Menghadiri acara tersebut, Lurah Patam Lestari, Rido, menyampaikan kutipan pesan langsung dari Wali Kota Batam.

"Tidak ada pemimpin yang hebat, kecuali elemen di bawahnya bisa membantu menyukseskan program untuk kesejahteraan masyarakatnya. Pemerintah Kota Batam sangat mengapresiasi Bank Sampah Patam Asri yang tetap eksis membantu pemerintah dalam mengurai permasalahan sampah di Kota Batam," kata Rido saat membacakan sambutan Wali Kota.
Sebagai penggagas acara, UT Batam tidak hanya membekali peserta dengan edukasi, tetapi juga memberikan sertifikat penghargaan kepada Bank Sampah Patam Asri. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Bank Sampah Patam Asri, Ana Septiana, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam pelestarian lingkungan.
.jpg)
Melalui pelatihan yang menghadirkan narasumber ahli dari DLH Kota Batam ini, diharapkan tata kelola sampah di tingkat rumah tangga dapat semakin optimal demi mewujudkan Batam yang bersih dan berkelanjutan.
Editor :Tri Joko
Source : REDAKSI