Ketua DPP KH. Chriswanto Santoso: LDII tumbuh dalam tradisi Islam Indonesia
LDII Tegaskan Jatidiri Ormas Dakwah Terbuka Berbasis Pancasila
KH. Chriswanto Santoso (Kanan): “Kami hadir di 37 provinsi, terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar agama.”
Bandung – Ketua DPP LDII KH. Chriswanto Santoso menegaskan jatidiri Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai organisasi dakwah terbuka yang berlandaskan Pancasila. Hal ini disampaikan dalam Media Gathering jelang Musyawarah Wilayah LDII Jawa Barat, Jumat (14/11).
Chriswanto menekankan bahwa LDII tumbuh dalam tradisi keislaman Indonesia dan sejajar dengan organisasi besar seperti NU, Muhammadiyah, dan Persis. “LDII lahir dari Pancasila. Sejak 1972 kami sudah mengusung Pancasila sebagai dasar organisasi,” ujarnya.
Dari sisi metode pengajian, LDII memiliki kedekatan dengan tradisi NU melalui model sorogan, di mana guru dan murid bersama-sama mengkaji kitab. Bedanya, LDII melaksanakan metode ini di masjid dan musala, bukan hanya di pesantren.
Dalam pengelolaan pendidikan, LDII meniru pola Muhammadiyah dengan sistem yayasan. Seluruh sekolah, pesantren, dan satuan pendidikan berada di bawah organisasi, bukan milik pribadi. Sistem ini memastikan standarisasi kualitas pendidikan secara nasional.
Chriswanto menambahkan, LDII hadir di 37 provinsi dan terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar agama. Hanya Papua Pegunungan yang belum optimal karena faktor keamanan. “Kami hadir di mana-mana. Programnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing,” jelasnya.***
Editor :Ade Setiadi Truna
Source : LINES JABAR